BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 22 November 2009

PERGAULAN BEBAS REMAJA SEKARANG



Pergaulan para remaja dan abg akhir-akhir ini membuat kita resah dan gelisah,sering kita lihat di tempat-tempat keramaian atau tempat hiburan banyak pasangan remaja masih mengenakan pakaian sekolah berjalan-jalan bergandengan tangan,berpelukan mesra,bahkan saling meraba di tempat umum.Hal itu kadang membuat kita para orang tua yang juga mempunyai anak remaja berharap supaya anak kita yang sedang bersekolah tidak seperti itu,tapi siapa bisa menjamin?Akhir-akhir ini jika kita melihat sinetron di televisi banyak yang menggambarkan tentang remaja yang berpacaran,bahkan anak SD pun digambarkan sudah mengenal cinta.Saya tidak menyalahkan televisi karena tugasnya adalah memberi hiburan pada masyarakat,tapi bukankah sebuah hiburan juga harus diperhatikan aspek pendidikannya,dan itu juga merupakan tugas bagi orang tua untuk selalu mendampingi anak-anak jika menonton televisi,selalu bisa untuk menjadi tempat bertanya bagi mereka,tidak selalu menghakimi mereka,dan anak selalu diberi kegiatan positif yang menyibukkan mereka sehingga frekuensi untuk menonton televisi atau melamun bisa dikurangi.Pernah dulu saat saya masih bekerja di sebuah rumah bersalin,ada seorang remaja putri diantar pacarnya dan ibunya datang dengan keluhan perdarahan yang tidak berhenti-berhenti,setelah diperiksa ternyata dia menggunakan obat penggugur kandungan,yang membuat saya heran dan bertanya-tanya darimana dia tahu dan bisa mendapatkaan obat tersebut,padahal setahu saya sebagai dokter obat tersebut hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.Lagi-lagi saya hanya bisa beristighfar,beberapa bulan yang lalu sayapun mengalami kejadian yang kurang lebih sama,seorang remaja putri,datang ke tempat praktek saya mengaku telah menikah dan berstatus nyonya minta resep untuk menggugurkan kandungan,tentu saja saya kaget dan memberi pengertian bahwa seharusnya dia bersyukur akan mendapat momongan(waktu itu saya belum tahu kalau ia berbohong),tapi walaupun dia sudah saya beri pengertian tetap ngotot dan dengan segala cara merayu saya untuk memberikan resep obat penggugur kandungan,akhirnya dengan tegas saya menolak.Beberapa minggu kemudian dia datang lagi kali ini dengan menggunakan jilbab dan berupaya supaya saya lupa dengannya,tapi saya masih ingat dengan jelas,walaupun identitasnya nama dan alamat berusaha disamarkan,dia minta untuk suntik kb,tapi karena saya curiga dengannya karena kejadian beberapa minggu lalu maka saya menolak,dan setelah saya ikuti dia diantar oleh pacarnya dengan motor yang diparkir jauh dari tempat parkir praktek saya.Setiap mengingat kejadian itu saya selalu geleng-geleng kepala sendiri dan berdoa serta berharap supaya anak-anak saya tidak ada yang seperti itu.Akhir kata saya hanya menyampaikan bahwa kita sebagai orang tua dijaman teknologi yang serba modern ini harus lebih waspada dalam mengawasi anak-anak kita,serta selalu memberikan perhatian yang cukup,jangan hanya berupa materi.

0 komentar: